Kamis, 19 Maret 2015

ISLAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN

Edit Posted by with No comments
MAKALAH 
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 “ISLAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN”

 Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam

 Dosen Pengampu : Bp.Mukhamad Shokheh 
 Oleh:

Nama : NOOR INAYAH HARDIANTI
 NIM : 3201414011
 PRODI : PENDIDIKAN GEOGRAFI



 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
 2015 



 KATA PENGANTAR 
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah Pendidikan Agama Islam tentang Kelurusan, “Islam Menjawab Tantangan Zaman” ini saya susun untuk memenuhi tugas mata kuliah umum Pendidikan Agama Islam. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan memerlukan banyak perbaikan. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyempurnaan makalah ini. Pada kesempatan ini, dengan tulus ikhlas saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak selaku dosen pembimbing dalam pembuatan makalah ini, untuk keberhasilan dalam penyusunan makalah ini. Saya selaku penyusun berharap semoga makalah ini ada guna dan manfaatnya bagi para pembaca. Amin.
 Semarang, 18 Maret 2015




 Penulis


 BAB I
PENDAHULUAN

 A.LATAR BELAKANG

 Dunia modern yang antara lain ditandai oleh semakin hilangnya batas ruang dan waktu telah membuat kehidupan manusia semakin kompleks. Semakin cepatnya perputaran siklus kehidupan, membuat orang merasakan terbatasnya waktu yang hanya tersedia 24 jam sehari. Untuk memperluas kemampuan manusia mengatasi keterbatasan waktu tersebut dibuatlah perangkat teknologi seperti internet. Ini berguna untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah setiap manusia dalam merebut peluang kehidupan didunia ini. Disamping itu, sebagian orang berpendapat bahwa “kembali ke Islam artinya kembali ke zaman doeloe”. Ada juga yang mengatakan, “jika kembali ke Islam kita akan mundur beberapa ratus tahun ke belakang, seolah-olah jika kita menjalankan aturan Islam secara kaffah maka kita harus meninggalkan semua teknologi yang kita miliki”. Perbedaan pendapat dan sikap umat Islam dalam menyikapi modernisasi inilah yang mendorong kami untuk mencoba menyampaikan informasi yang sebenarnya mengenai Islam dan modernisme. Dunia yang berorientasi materialistik telah menghantarkan manusia kedalam kehidupan tanpa kebahagiaan. Semakin kaya harta, semakin miskin mereka dalam kebahagiaan hidup. Tetapi dalam Islam bekerja keras mengumpulkan ilmu dan harta merupakan ibadah, karena ilmu dan harta tersebut harus diamalkan untuk kepentingan umat manusia. Kegiatan mengumpulkan ilmu dan harta pasti tidak akan lepas dari kerja keras dan pemanfaatan waktu, tenaga, dan biaya secara efisien. Kesibukan inilah yang seringkali menggoda manusia untuk melupakan Allah, saudara sesama muslim dan bahkan dirinya sendiri. Padahal jika disadari, semua yang dilakuikan manusia adalah sia-sia tanpa ridho dan kekuasaan Allah. Saat ini banyak orang yang bertindak “semau gue”, mereka menunda-nunda waktu sholat, puasa, zakat, dan lainnya. Mereka menganggap bahwa ibadah-ibadah ini tidak memberikan dampak dalam ekonomi dan materi. Padahal prilaku seseorang itu ditentukan oleh kualitas imannya, jika iman mereka bagus dan mantap maka akan melahirkan prilaku yang bagus. Maka sasaran utama yang dilakukan adalah bagaimana meluruskan kualitas akidah dan ibadah mereka.

 B.RUMUSAN MASALAH 
 1.Apa pengertian dari tantangan zaman ?
 2. Bagaimana cara islam menjawab tantangan zaman ? 
 3.Apakah yang menjadi landasan hukum islam dalam menjawab tantangan zaman ?


 C.TUJUAN 
 1.Untuk mengetahui definisi dari tantangan zaman 
2. Untuk mengetahui cara islam dalam menjawab tantangan zaman 
 3. Untuk mengetahui landasan hukum islam dalam menjawab tantangan zaman 

 BAB II
PEMBAHASAN 
A.Pengertian Tantangan Zaman 

Bila dikaitkan dengan peradaban, maka modern identik dengan barat, karena peradaban modern terbentuk setelah bangsa-bangsa Eropa melampaui masa abad pertengahan yang dikenal dengan istilah “Renaissanse” yang artinya kelahiran kembal. Banyak pemikir terkenal seperti Gabriel Almond, James Coleman, Karl Deutsch, Mc.T. Kahin, kelompok pluralis dan liberalis, beranggapan bahwa modernisasi identik dengan westernisasi, sekularisasi, demokratisasi, dan liberalisasi. Pengertian tersebut menghasilkan sebuah hipotesis bahwa religiousitas (sikap keberagamaan) akan bertentangan dengan modernisasi. Dan mereka mengungkapkan bahwa bangsa-bangsa yang dianggap modern adalah bagian dari tradisi Eropa (termasuk Amerika Serikat. Tantangan zaman, dapat diartikan munculnya fakta, keadaan, atau problem baru seiring dengan perkembangan waktu. Misalnya, dulu tidak ada kloning, bayi tabung, dan transplantasi, namun kini kemajuan di bidang biologi dan kedokteran itu telah hadir di hadapan kita. Itu tantangan zaman. Dulu tidak terbayang ada sarana komunikasi dan informasi yang canggih seperti internet saat ini. Dengan adanya internet, berarti ada tantangan zaman. Penyakit AIDS, penggunaan narkoba, pergaulan bebas yang liar di kalangan muda-mudi, sekarang makin menggila. Ini adalah tantangan zaman. Sebelumnya tidak ada negara Israel. Namun sekarang Israel bercokol dan mengangkangi bumi Palestina yang suci dan diberkahi. Ini tantangan zaman. Kita umat Islam dulu memiliki sistem Khilafah sebagai institusi yang memungkinkan adanya kehidupan Islam, tetapi pada tahun 1924 Khilafah diluluhlantakkan oleh Mustafa Kamal yang murtad. Tiadanya Khilafah, adalah tantangan zaman. Sekarang penguasa negeri-negeri? Islam telah mencampakkan ideologi Islam, menganut dan menerapkan ideologi Kapitalisme, serta menjadi agen-agen yang setia bagi negara-negara penjajah yang kafir. Ini betul-betul tantangan zaman. Demikian seterusnya. Setiap tantangan, pasti butuh jawaban dan penyelesaian. Dalam hal ini, Islam sebagai ideologi sempurna secara potensial menyediakan jawaban-jawaban bagi segala masalah atau persoalan yang timbul di tengah manusia.

 B.Cara Islam Menjawab Tantangan Zaman 

Islam menempuhnya dengan cara beradaptasi, menyesuaikan diri, atau mengubah hukum-hukumnya agar selaras dengan tuntutan keadaan. Dalihnya, Islam itu luwes, fleksibel, tidak kaku, tidak ekstrem, tetapi moderat, lunak, dan selalu bersikap kompromistis dengan realitas. Dalih batil itu kadang juga dilengkapi dengan kaidah ushul fiqih yang fatal kekeliruannya : Laa yunkaru taghayyurul ahkam bi taghayyuriz zaman wal makan. (Tidak boleh diingkari, adanya perubahan hukum karena perubahan waktu dan tempat). Setiap tantangan, pasti butuh jawaban dan penyelesaian. Dalam hal ini, Islam sebagai ideologi sempurna secara potensial menyediakan jawaban-jawaban bagi segala masalah atau persoalan yang timbul di tengah manusia. Taqiyyuddin An Nabhani dalam Asy Syakshiyah Al Islamiyah (juz I/303) menguraikan secara ringkas metode (thariqah) Islam untuk memecahkan masalah, yaitu memahami fakta persoalan sebagaimana adanya, lalu memberikan solusi padanya. Solusi ini bisa berupa Syariat Islam bila persoalannya berkaitan dengan hukum-hukum syariat, dan bisa pula berupa cara (uslub) dan sarana (wasilah) tertentu jika persoalan yang dihadapi tidak secara langsung berhubungan dengan hukum syariat, misalnya teknik dalam pertanian, kedokteran, kesehatan, dan sebagainya. Secara lebih khusus, dalam Nizhamul Islam (hal. 69), Taqiyyuddin An Nabhani menjelaskan metode Islam yang harus ditempuh para mujtahidin untuk memecahkan persoalan. Pertama, mempelajari dan memahami problem yang ada (fahmul musykilah). Kedua, mengkaji nash-nash syariat yang bertalian dengan problem tersebut (dirasatun nushush). Ketiga, mengistinbath hukum syariat dari dalil-dalil syariat untuk menyelesaikan persoalan yang ada (istinbathul hukmi). Metode itulah yang dapat kita gunakan untuk menjawab setiap tantangan zaman. Secara ringkas, Islam menjawab tantangan zaman dengan cara memberikan pemecahan terhadap problem-problem baru yang muncul. Inilah pengertian yang benar mengenai bagaimana Islam menjawab tantangan zaman yang terjadi. Pergulatan modernitas dan tradisi dalam dunia Islam melahirkan upaya-upaya pembaharuan terhadap tradisi yang ada. Harun Nasution menyebut upaya tersebut sebagai gerakan pembaruan Islam, bukan gerakan modernisme Islam. Menurutnya, modernisme memiliki konteksnya sebagai gerakan yang berawal dari dunia Barat bertujuan menggantikan ajarannagama Katolik dengan sains dan filsafat modern. Gerakan ini berpuncak pada proses sekularisasi dunia Barat (Nasution; 1975, 11). Berbeda dengan Nasution, Azyumardi Azra lebih suka memakai istilah modern dari pada pembaruan. Azra beralasan penggunaan istilah pembaruan Islam tidak selalu sesuai dengan kenyataan sejarah. Pembaruan dalam dunia Islam modern tidak selalu mengarah pada reaffirmasi Islam dalam kehidupan muslim. Sebaliknya, yang sering terjadi adalah westernisasi dan sekularisasi seperti pada kasus Turki (Azra; 1996, xi) Apa yang disampaikan Azra adalah kenyataan modernisme dalam makna subyektifnya, sedangkan Nasution mencoba melihat modern dengan makna obyektif. Memang harus diakui, ekspansi gagasan modern oleh bangsa Barat tidak hanya membawa sains dan teknologi, tetapi juga tata nilai dan pola hidup mereka yang sering kali berbeda dengan tradisi yang dianut masyarakat obyek ekspansi. Baik dalam makna obyektif atau subyektifnya, modernitas yang diimpor dari bangsa Barat membuat perubahan dalam masyarakat muslim, di segala bidang. Pada titik ini umat Islam dipaksa memikirkan kembali tradisi yang pegangnya berkaitan dengan perubahan yang sedang terjadi. Respons ini kemudian melahirkan gerakan-gerakan pembaruan. Tetapi, pembaruan Islam bukan sekedar reaksi muslim atas perubahan tersebut. Degradasi kehidupan keagamaan masyarakat muslim juga menjadi faktor penting terjadinya gerakan pembaruan. Banyak tokoh-tokoh umat yang menyerukan revitalisasi kehidupan keagamaan dan membersihkan praktek-praktek keagamaan dari tradisi-tradisi yang dianggap tidak islami. Mencermati fenomena peradaban modern yang dikemukakan di atas, kita harus bersikap arif dalam merespons fenomena-fenomena tersebut. Dalam arti, jangan melihat peradaban modern dari sisi unsur negatifnya saja, tetapi perlu juga merespons unsur-unsur positifnya yang banyak memberikan manfaat dan mempengaruhi kehidupan manusia. Maka, yang perlu diatur adalah produk peradaban modern jangan sampai memperbudak manusia atau manusia menghambakan produk tersebut, tetapi manusia harus menjadi tuan, mengatur, dan memanfaatkan produk perabadaban modern tersebut secara maksimal. Untuk menyikapi tentang tantangan di zaman modern ini dapat dilakukan pula dengan cara : Memasukkan ke Pesantren, Madrasah, dan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang lain masih menganut sistem lama, kurikulum ditetapkan merupakan paket yang harus diselesaikan, kurikulum dibuat tanpa atau sedikit sekali memperhatikan konteks atau relevansi dengan kondisi sosial masyarakat bahkan sedikit sekali memperhatikan dan mengantisipasi perubahan zaman, sistem pembelajaran berorientasi atau berpusat pada guru. Reformulasi pendidikan Islam merupakan hal sangat penting.
 M. Amin Abdullah yang mengajukan beberapa alternatif formulasi pendidikan Islam yang dapat diterapkan, di antaranya : 
1. Memperkenalkan kepada para siswa persoalan-persoalan modernitas yang dihadapi umat Islam saat ini dan mengajarkan pendekatan keilmuan sosial keagamaan yang saat ini berkembang 
2. Pembelajaran ilmu-ilmu keislaman tidak selalu bersifat doktrinal, melainkan disampaikan melalui pendekatan sejarah dari doktrin-doktrin tersebut sehingga memunculkan tela’ah kritis yang apresiatif konstruktif terhadap khazanah intelektual klasik sekaligus melatih merumuskan ulang pokok-pokok rumusan realisasi doktrin agama yang sesuai dengan tantangan dan tuntutan zaman
 3. Pembelajaran yang bertumpu pada teks (nash) perlu diimbangi dengan analisa yang mendalam dan cerdas terhadap konteks dan realitasnya.
 4. Pengajaran tasawuf atau pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual sangat diperlukan dan pelaksanaan pendidikan Islam tidak terlalu menekankan pada aspek kognitif siswa (intelektual) 
5. Pendidikan agama Islam tidak hanya diarahkan kepada pembentukan “kesalehan individual” tetapi juga mengembangkan pembentukan “kesalehan sosial” Dalam pada itu, menjawab tantangan zaman hendaknya disikapi secara positif. Manakala kita berhasil menjawab tantangan zaman, maka kita akan memperoleh banyak manfaat. Tidak hanya untuk pribadi kita, namun juga kehidupan masyarakat. Tentunya, dalam menyikapi tantangan zaman kita harus berpedoman nilai – nilai ajaran agama yang ada dalam Al Qur’an dan Al hadist agar kita tidak akan tersesat dalam derasnya arus kehidupan.

 C.Landasan hukum islam dalam menjawab tantangan zaman 

Sebagai agama yang sempurna (QS. Al Maidah 3) Islam mampu menjawab tantangan zaman. Tidak ada masalah yang muncul dari masa ke masa melainkan para mujtahid akan menjawab status hukumnya menurut syariah. Dan Al Quran sendiri dinyatakan oleh Allah SWT sebagai obat, untuk mengatasi segala persoalan. Allah SWT berfirman: “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS.Al Isra82). Oleh karena itu, tugas para ulama dan penguasa Negara-negara muslim hari ini adalah menumbuhkan para ulama yang mumpuni dalam ilmu-ilmu syariah dan mampu berijtihad, sehingga dapat menjawab segala tantangan zaman hari ini, dan tumbuh suatu gerakan kebangkitan umat, sehingga umat merasa tinggi dengan ilmu-ilmu Allah, dan tidak minder dengan kaum kafir, sehingga umat mencapai kejayaannnya kembali. Allah SWT berfirman: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran 139). “Hukum Islam menjawab tantangan zaman”. Ada beberapa hal terkait dan menarik. Yang pertama adalah bahwa manusia menginginkan suatu kehidupan yang aman, tertib, nyaman, penuh keserasian / kerukunan, dan suatu hidup yang penuh ketertiban dan seterusnya.Dari kehidupan tersebut telah memungkinkan manusia dapat beraktivitas dalam seluruh kehidupan¬nya, dalam bidang ekonomi budaya dan lain sebagainya manusia membutuhkan situasi yang seperti itu. Karena itulah harus ada aturan, dan aturan itu sifatnya harus kokoh, harus kuat dan harus berasal dari yang menciptakan manusia, yaitu Allah SWT, yang dielaborasi, diuraikan, dijelaskan oleh Rasululoh SAW dan kemudian dijabarkan lebih lanjut oleh berbagai peraturan pemerintahan. Di sinilah Al-Qur’an surat Annisa ayat 59 ÙŠَآأَÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ Ø£َÙ…َÙ†ُوا Ø£َØ·ِيعُوا اللهَ ÙˆَØ£َØ·ِيعُوا الرَّسُولَ ÙˆَØ£ُولِÙŠ اْلأَÙ…ْرِ Ù…ِÙ†ْÙƒُÙ…ْ artinya : “Wahai orang –orang yang beriman taatlah kamu sekalian kepada Allah (yakni kepada Al Qur’anulkarim), dan taatlah kamu sekalian kepada Rasul (kepada sunnahnya atau kepada hadistnya termasuk kepada sunah nabawiyahnya) dan kepada orang yang menguasai perkara…” (Imam Al Maruki). 

 BAB III
PENUTUP
 A.KESIMPULAN

 Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tantangan zaman, dapat diartikan munculnya fakta, keadaan, atau problem baru seiring dengan perkembangan waktu. Islam menempuhnya dengan cara beradaptasi, menyesuaikan diri, atau mengubah hukum-hukumnya agar selaras dengan tuntutan keadaan. Islam menempuhnya dengan cara beradaptasi, menyesuaikan diri, atau mengubah hukum-hukumnya agar selaras dengan tuntutan keadaan. Dalihnya, Islam itu luwes, fleksibel, tidak kaku, tidak ekstrem, tetapi moderat, lunak, dan selalu bersikap kompromistis dengan realitas. Dalih batil itu kadang juga dilengkapi dengan kaidah ushul fiqih yang fatal kekeliruannya : Laa yunkaru taghayyurul ahkam bi taghayyuriz zaman wal makan. (Tidak boleh diingkari, adanya perubahan hukum karena perubahan waktu dan tempat). Setiap tantangan, pasti butuh jawaban dan penyelesaian. Dalam hal ini, Islam sebagai ideologi sempurna secara potensial menyediakan jawaban-jawaban bagi segala masalah atau persoalan yang timbul di tengah manusia. Sebagai agama yang sempurna (QS. Al Maidah 3) Islam mampu menjawab tantangan zaman. Tidak ada masalah yang muncul dari masa ke masa melainkan para mujtahid akan menjawab status hukumnya menurut syariah. Dan Al Quran sendiri dinyatakan oleh Allah SWT sebagai obat, untuk mengatasi segala persoalan.

 B.SARAN

 Memang dalam makalah ini masih banyak terdapat kesalahan. Dibutuhkan kritik yang mendukung untuk pembuatan makalah yang selanjutnya.Semoga dengan adanya makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Harapannya, kita dapat mengendalikan dinamika kehidupan dengan selalu menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, kita jangan sampai dikendalikan oleh zaman, tetapi kita yang selalu mengendalikan zaman sehingga kita tidak akan mudah goyah tatkala terkena arus pergerakan gelombang kehidupan.Amin Ya Rabbal Alamin.

 DAFTAR PUSTAKA
http://alfaniable.blogspot.com/2009/03/pendidikan-islam-menghadapi-tantangan.html http://www.gaulislam.com/ideologi-islam-menghadapi-tantangan-zaman 
http://www.suara-islam.com/read/index/4729/-Islam-Menjawab-Tantangan-Zaman- http://wurtj.blogspot.com/2012/12/aqidah-islam-dan-tantangan-zaman.html

Sabtu, 14 Maret 2015

CERPEN MENUNGGU " CINTA TAK SE INSTANT MIE INSTANT"

Edit Posted by with No comments

Memang di dunia ini tuh kaga ada yang instant. Pasti yang ada difikaran loe “tuh mie instant ada”. Gini bro sist, mie instant aja butuh proses dalam pemasakannya. Betul kan ? begitu pula cinta gaes. Cinta juga kaga ada yang instant. Semua orang pasti punya masa lalu.
Quote dari gw nih : “LUPAKANLAH  siapa yang tlah menyakitimu di hari kemarin,PERTAHANKANLAH yang memang bener-bener sayang sama loe di hari ini”(Meskipun bukan asli gue yang rangkai,tapi siapapun yang merangkai kata – kata itu gw beri aplouse deh ,kata-katanya AMAJING saking AMAZING nya pake J deh :P ) haha.Gw meskipun banyak tugas yang kaya udah mau skripsi itu kaga menyurutkan hobi gw nulis. Waktu luang gw manfaatin nih buat coretan yang kaga seberapa bagus ini,ceritanya sih nulis kaya gini buat hilangin penat aja gitu.haha kbanyakan basa basi nih gw.  So let’s read this cerpen yeah :D #kritik dan saran yang membangun di tunggu gan sist 

MIE AJA GA INSTANT, APALAGI CINTA ?
Suatu pagi ini,hiruk pikuk kampus yang sepi sunyi . “Hmmmmm…..akhirnya bisa menghirup udara kemenangan di kota semarang di kampus megah ini setelah mengalami proses seleksi alam yang begitu sulit untuk bisa masuk ke kampus yang terkenal ini” gumamku dalam hati.
Layaknya seorang MABA (Mahasiswa Baru) kaga mahasiswa bangkotan,pasti mengalami suatu proses penyesuaian dengan lingkungan baru. Adaptasi kalau istilah dari biologi. Yeah, OSPEK lebih dikenalnya kalau di kampus gw yang baru ini sih namanya PPA gan sist. Lupa dah kepanjangannya apaan :D .
Sirine yang layaknya mobil ambulance pun di bunyikan oleh para kakak tingkat yang menjadi panitia,pertanda nih upacara pembukaan penerimaan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial pun akan segera di mulai. Semua mahasiswa barupun kumpul dan berbaris.
Sambutan oleh beberapa kakak tingkat itu pun menghantarkan semua mahasiswa baru untuk melangkah pada pembukaan PPA yang ditandai dengan bacaan basmallah dan ketukan 3x pada microphone itu. Sorak riuh semua peserta PPA itu pun terdengar begitu jelas sekali,maklum maba jadi semangat gini waktu awal masuk kuliah :D .” Gw bingung,itu pake item – item ngapain berdiri di belakang kaya gt? Mirip kaya malaikat pencabut nyawa. Atau mau ngelayat sih mbak mas ?” gw ngedumel dalam hati. Ternyata mereka itu disebut DISMAN (DISIPLIN DAN KEAMANAN) tugas nya ya gt deh, cari cari kesalahan maba. Nyeremin juga sih kesan pertama baru masuk kuliah udah disuguhin kaya gt.an. “Silahkan bagi kak ganda membacakan tata tertib yang harus di patuhi para maba selama acara PPA ini berlangsung” kata ketua panitia. Dengan muka penuh amarah dan kaga senyum majulah kakak disman itu. Dengan nada tinggi kaya orang marah “Peraturan slama PPA ini yaitu jika ada yang melakukan1 kesalahan maka akan mendapatkan poin 5 untuk hukuman begitu berlipat jika kalian membuat banyak kesalahan” kata kak disman. Gw bergumam lagi dalam hati “ gila, poin mah di bank di tukerkan dapat hadiah lah ini semakin banyak poin mah semakin banyak hukuman yang di dapatkan” tapi gw akui ini memang cara yang pantas buat anak kuliahan supaya pada tidak menyepelekan juga sih.
Sesudah disman tersebut membacakan semua peraturan yang harus di patuhi semua maba. Maka kegiatan PPA pun di mulai. (Asal loe tau aja,disini kaga di PTN lain yang biasanya ada kekerasan bahakan ada juga yang berujung pada kematian.) OSPEK disini dapat gw simpulin acaranya tuh cuman duduk dan dengerin penjelasan dari dosen dosen. Macam kaya sosialisasi lah. Booring banget. Manalagi acara juga nyampe sore. Harus pake rok sama baju putih sepatu pantovel gini. Tapi kece juga sih, kaya sales . hahaha.
Setelah pemateri selesai memberikan semua materinya saat nya pulang nih, tapi masih ada pengumuman lagi. Suruh bawa barang barang dengan teka teki . begitu pun PPA berlangsung sampai beberapa hari dan akhirnya pun selesai (Kalau gw certain pasti kebanyakan gan sist :D )
Eitttsssss…………… tapi jangan seneng dulu naya ternyata masih ada OKPT dan PPA jurusan (PLG) . OKPT itu sendiri orientasi kepramukaan perguruan tinggi. Gile lah waktu gw OKPT bahan bahan yang di bawa juga banyak , gak kalah ribet kaya PPA. Tapi OKPT sih rada nyantai kaga ada disman disman.nan lagi (horeeee bebassss) hahaha.
Setelah acara OKPT tersebut usai,ternyata masih ada agenda lagi yaitu PLG (Pengenalan Lingkungan Geografi) .”Eddahhh,,, mau kuliah harus nglewatin banyak acara kaya gini”kata gw dalam hati. Tp acara ini paling gregett banget sung. Disman muncul lagii, dan lebih parah dari disman PPA yang sbelumnya. 
Sapa sih yang tau kita bakal jatuh cinta sama siapa ? anak mana ? fakultas mana ? prodi apa ? (yaelah detail amat ;D ) .Sebelum gw masuk di kampus ini , gw punya kenalan anak ngapak sana :D kenal lewat grup mahasiswa baru. Awalnya sih gara” gw posting tentang dapat uang kuliah yang mahal. Dan ternyata dia inbox di  fb aku.Namanya eru . anak fakultas teknik. Prodi teknik mesin. “Mbak , dapat UKT brapa ?” ~ “Aku lumayan si dapat golongan 5,lha kamu ?” ~aku dapat golongan 6,mau banding” (jangan kepo yah ;D kalo gw tulis smua pesannya kaga muat ini :D)
Dan tiap hari kita sering sms.an bukan membahas lagi tentang uang kuliah itu, tetapi terlebih tentang keseharian. “Eru ternyata cowok yang cuek” ucap ku sambil masih membalas sms darinya. “Apa aku bs buat dia ga cuek ga dingin kaya gini ?” Biarlah semua berjalan seiring waktu berlalu.
          Sehubungan dengan judul cerpen gw tadi MIE AJA GA INSTANT, APALAGI CINTA ? Memang benar “Witing Tresno Jalaran Saka Kulino” ya itulah metamorfosa cinta. Awal dari sebuah “ketidaksengajaan” hingga menjadi sebuah “kenyamanan”. Sulit di ”tafsirkan” hanya bisa di “rasakan”.Proses perkenalan hingga pendekatan tak seinstant seperti membuat mie instant. Perkenalan yang lama pula tidak menjamin tumbuhnya rasa sayang diantara keduannya. Memang menunggu itu menjemukan. Tapi ketika kita merasa nyaman terhadap seseorang yang entah dia merasakan hal serupa dengan kita atau tidak. Disaat itu pula aku tak menghiraukan kata orang,kata pepatah. Aku hanya mendengarkan isyarat terdalam dari kata hatiku. Aku harus menunggu ,,, menunggu dan menunggu. Aku memang baru pertama sangat mengharapkan seseorang  membalas dan menyambut cintaku meskipun itu hal yang sangat mustahil bagiku. Tapi sebelum janur kuning benar benar melengkung aku takkan lelah untuk menunggumu. Meskipun kau masih dengan masa lalumu ataupun dengan orang yang baru kau kenal. Aku takkan menyerah . aku takkan berhenti menunggu,berharap dan berhayal sampai hayalan,penantian dan harapan ku menjadi nyata.sampai wisudakah ? atau memang dia menganggapku sebagai sahabat ? ntahlah aku pun tak mengetahuinya dengan pasti.  Memang banyak yang dekat , tapi hati ini, perasaan ini takkan bisa berbohong jikalau memang di hati ini hanyalah namamu seorang, kamulah yang bisa membuatku menangis karna rindu,cemburu, tapi disisi lain kaulah moodbooster ku yang sllalu bisa membuatku tertawa sersenyum sendiri ketika membaca sms atau WA darimu. Meski kau kini acuh,aku tak peduli. Yang aku tahu akku sayang kamu. Sebenarnya kamu itu ngeerti ngga jika aku ini sayang kamu ? atau kamu berpura pura tuli buta dan mati rasa ? jika kau hanya menganggapku sahabat, tak apa. Jodoh sudah diatur sama Tuhan. Tapi di setiap doaku takkan luput dari ingin lebih di dekatkan denganmu. Masih semester 2. Ya semaksimal mungkin buat kuliah dan aku mengerti itu . aku akan tetap nunggu sampai kau tak mau lagi mengenalku bahkan sampai kau tak ingin mendengar nama ku.




CERPEN CORETAN GALAU

Edit Posted by with No comments

Ga pernah pacran bukan berarti ga laku . gw bs ngomong kaya gini karna gw buat cerpen ini terinspirasi dari sahbat gw sendiri . kita memang tidak pernah tau kapan cinta itu datang,kita jatuh cinta kpan karna semua udah diatur sama Tuhan.


GRAVIKA? THAT’S ME AND YOU
(By Noor Inayah Hardianti)
Hari ini pertama kali dimana aku msuk kuliah perdana. Aku biasa dipanggil icha. Alhamdulillah aku diterima di kampus yang terkenal di kota semarang ini, aku mengambil prodi pendidikan matematika meskipun aku tidak ingin di prodi ini tapi apa daya orang tua ku yang menyuruhku untuk mengambil prodi ini. Seperti yang kita ketahui bahwa restu orang tua adalah restu Allah. Aku sebenarnya menginginkan kuliah di statistika. Tetapi tinggal tes kesehatan saja yang membuatku akhirnya di gugurkan dari statistika. Aku memang tahu, sakit ku ini memang agak parah,”Lemah jantung” ah tapi tak adil . 
“Aku Mampu melawan sakit ku ini, aku mampu ,aku mampu menjaga kesehatanku , rasanya ini tak adil bagi ku Ya Allah. Kenapa Cuma tinggal langkah akhir yang menggagalkan ku untuk masuk statistika ? “ isak tangis yang menemaniku mlam ini. Aku relakan kegagalanku mengambil di statistika. Ku ceritakan semua kepada orang tua ku dan sahabat sahabat ku. Aku merasa gagal membanggakan kedua orang tua ku membanggakan orang orang yang menyayangiku. Aku hampir putus asa tak ingin kuliah di tahun ini. Kesempatan terakhirku ada ujian mandiri, orang tua ku, sahabat sahabat ku bahkan tidak pernah lelah berhenti support aku. Orang tua ku menyuruhku mengambil pendidikan matematika di sebuah universitas negeri di semarang. Walaupun sebenarnya aku tak ingin menjadi guru. Tak ada pilihan lain ini cara terakhirku untuk bisa kuliah,membanggakan orang orang yang meyayangiku dan ku coba untuk menjalani ujian mandiri itu. Alhasil beberapa minggu kemudian hasil dari ujian mandiri itu keluar. 
“Selamat anda lolos ujian Mandiri dimana program studi yang anda ambil adalah Pendidikan Matematika” seolah aku sujud syukur dan memeluk erat kedua orang tuaku. “Akhirnya aku bisa membuktikan juga, aku bisa, usahaku tidak sia sia. Aku bisa masuk universitas ini. Aku bisa menyusul sahabat sahabat ku lainnya” . kemudian aku melakukan registrasi dan hari kemudian aku harus ikut OSPEK yang telah berlangsung.
“Baju putih rok hitam ini menjadi saksi aku akan sukses di Fakultas FMIPA prodi pendidikan matematika” tekatku dalam hati.
Setelah melalui OSPEK Fakultas, dilanjutkan pula acara OKPT dan OSPEK jurusan.
Dalam ospek jurusan ini aku merasakan hal beda. Setiap kelompok dibagi ada 2 kakak pendamping. Kak didiek dan kak erin namanya. Mereka kakak tingkat ku. Awalnya hanya biasa biasa saja sama kak didiek ini. Dia berasal dari pemalang. Ga bisa bahsa jawa. Bisanya ngapak sama bahsa Indonesia. Pada awal kenal hanya smsn Cuma sekedar Tanya Tanya tentang bahan bahan apa saja untuk ospek selanjutnya. Kakak pendamping ini mendapingi kelompokku untuk membuat bahan bahan yang akan digunakan dalam ospek jurusan. Sehingga setiap hari kita semakin dekat, tak hanya soal bahan bahan saja sekarang, bahkan saling perhatian satu sama lain. Waktu istirahat ospek, kak didiek tersebut menghampiri aku dan,,
“Icha, aku punya sesuatu buat kamu “ ucap kak didiek itu. 
“Iya apa kak?” , 
tak lama pun kak didiek menyodorkan sebuah lipatan kertas dan menyuruh icha untuk segera membukanya.
 “Gambar wajah ku ?” lirih suara icha .
 “ iya aku gambar itu buat kamu icha, aku tulis motto hidup ku dan motto hidupmu di dalam gambar itu supaya kamu semangat terus dalam jurusan ini “ .
“ makasih kak buat gambarnya”.
“ iya icha, btw nanti malming sibuk ga ?”.
“engga kak emang kenapa ?”.
“aku pengen ngajak kamu makan bareng cha, kamu mau ?” .
 “InsyaAllah kak ”.
Malam minggu pun tiba. Kak didiek pun menjemputku dan mengajak ku ke tempat makan yang sederhana. Aku pun menikmati detik demi detik bersama kak didiek ini.
“aku merasa nyaman sama kakak”ucap ku dalam hati. Kak didiek pun memberi tawaran kepadaku “cha mau ga aku ajak reunian sama temen temen sma aku di pantai jepara ?” .
 “Aku belum tahu kak , sibuk atau engga aku.” .
”Yasudah gpp cha ” Aku melihat kesungguhan dan ketulusan dari kak didiek ini , apa dia sayang sama aku ?
“Coklat,coklat siapa ini?” ucapku dengan bertanya Tanya kenapa bisa ada di atas meja ku sih. “Ndin, kamu tau gak ini coklat siapa,? “ tanyaku kepada teman sebelahku andin. 
“Gak tau cha, itukan di bawahnya ada kertas nya coba kamu check. Mungkin dari mas itu tuh :D” . “Bisa aja mah kamu din”.
“Untuk icha,dari kak didiek”,
“Oh ternyata ini  dari kak didiek” ucapku dalam hati. Gak tau kenapa aku merasakan bagai terbang bersama cinta ketika membaca message ini. Bahagia dan seketika itu kak didiek pun menghampiriku dan berkata “Buat kamu cha, moga kamu suka” . 
“ makasih kak buat coklat nya, tapi ntar kalo tau si jihan gimana ? kan dia suka kakak ??”
“Ah, apaan aku kan gak suka dia”.
Ngomong ngomong tentang jihan, ternyata dia cewek yang suka memanfaatkan kecantikannya itu untuk mendekati setiap laki laki yang disukainya. Dan kedok dia udah terbuka. Kak didiek pun sudah tau. Meskipun dia mendekati kak didiek dan duduk di sampingnya akupun berada tepat di depan mereka dan aku seolah tak tau apa yang ada di belakangku. Aku percaya jika kak didiek memang serius kepadaku dia akan tahu siapa yang akan dijadikan pelabuhan hatinya.
Stelah acra gravika ini selesai, kak didiek pun meminta pin ku. Kemudian setiap harinya aku komunikasi terus dengan kak didiek tersebut. Balas balas.an pm. Dan akhirnya saling terbuka satu sama lain. Sehingga sahabat sahabat aku mengetahui bahwa aku memang lagi dekat sama kak didiek ini.
“drrr drrr drrrr getar hp icha pun terdengar” ternyata terlfon dari kak didiek.
“Halo asssalamualaikum, ada apa kak ?” .
“Walaikumsalam, kamu sakit cha ?” . 
“kakak tau darimana ?” . 
“adalah, cepet sembuh ya cha.. jangan sakit sakit lagi.aku akan menjaga kamu gantiin kakak kamu cha” .
“Makasih kak’ .
“Cha, aku mau ngomong sesuatu sama kamu ?”. 
“Iya apa kak ? “ .
“ ga jadi deh, kalau ketemu aja. Yaudah kamu sekarang istirahat aja cha, jaga kesehatan kamu, night icha , wasslamualikum. “iya kak makasih, waikumsalam”.
Semakin hari semakin dekat udah kaya orang pacaran. Walaupun belum pacaran.
Yeah akhirnya minggu tenang datang juga. Waktunya buat pulang kampong dan ketemu keluarga.
“PING!!!” Ternyata dari kak didiek.
“Ada apa kak ?”
“Mau balik lasem cha ? mau aku antar ?”
“pasti bercanda ya kak :D. gausah kak makasih ini sudah sama temen kok”
“yaudah kalo gitu hati hati ya cha. Aku bakalan ke lasem cha, tunggu aku disana ya

Perjalanan memakai bus dari semarang ke lasem memakan waktu sekitar 5 jam.an. lelah banget hari ini aku. Akhirnya akupun memutuskan untuk istirahat sja.
Paagi harinya, tumben kak didiek kok ga ada kabar. Sampe siang gini belum ada kabar.
Tiba tiba ponsel dalam hp icha pun bunyi dan ada sms dari kak didiek.
“Cha, aku sekarang udah ada di lasem. Aku harus nunggu dimana ini “
Hah ? seketika aku bengong ternyata kak didiek ini gak main main dan dia beneran ke lasem.
“iya kak tunggu di masjid aja nanti aku jemput”

Setelah itu kami berdua pun menuju rumah . berjabat tanganlah kak didiek dan kedua orang tua ku .
“kakak kok bisa sampai lasem ? kan kakak dr purbalingga”
“aku ngikutin plang yang ada tulisannya Surabaya/lasem cha”
“Ya Allah kak, sampe dating ke lasem beneran ku kira Cuma bercanda “
“Hehe iya sekalian jalan jalan dan silahturahmi sama keluarga kamu cha”
“Udah ashar nih kak, ayo sholat dulu kak”
“iya cha,ayuh”
Kak didiek pun wudhu duluan. Dan kemudian aku. Ku kira di sholat duluan ternyata kak didiek pun menunggu aku.
“Yuh aku imamin cha”
“iya kak “
Dan asal kalian tahu, baru kali ini aku di imamin sama cowok yang bukan bapak aku, kak didiek. Ya ALLAH, luluh seketika hati ini. Dan sholat hanya berdua.
Ternyata ada cowok dan rela jauh jauh ke lasem dan jadi imam buat aku meskipun memang kita belum pacaran kita layaknya sudah ky pacaran bahkan lebih.  Coba kalian emang pernah di imamin sama cowo kalian ? subhanallah….
Setelah selsai sholat pun kami melanjutkan perbincangan sampai selesi maghrib kak didiek di rumah ku  terus . entah kedua orang tua ku menganggap kak didiek pacarku atau bukan tapi dial ah satu satunya cowok yang bisa membuatku kaya gini. Rela banget berkorban buat aku.
Dan akhirnya setelah isya kak didiek pun pamit untuk pulang lagi . sungguh ini momen langka dalam hidup aku. Aku memang belum pernah pacaran. Aku harap semoga kakak bisa jadi pertama yang bisa membuka pintu hati aku ini yang memang sebenarnya sudah terbuka dan tinggal kakak masuk di dalamnya.