Selasa, 24 November 2015

AKSI GENCAR YANG SIA SIA

Edit Posted by with No comments

AKSI GENCAR YANG SIA-SIA

 (Noor Inayah Hardianti)



Rembang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di sebelah paling timur yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban,Jawa Timur. Merupakan suatu daerah karst yang banyak menyimpan batuan kapur. Rembang bagaikan surga bagi para penambang dan pemilik perusahaan semen untuk menanamkan modalnya dan mendirikan pabrik semen di Rembang. Ironisnya banyak warga yang telah terhipnotis oleh gemerlap tawaran pihak pabrik untuk pro terhadap pembangunan pabrik semen tersebut. Tapi tak sedikit warga pula yang kontra terhadap pembangunan pabrik semen , banyak yang rela ikut demo dalam hal penolakan pendirian pabrik semen ini. Mereka menolak pendirian karena faktor faktor sebagai berikut adanya bukti-bukti lapangan yang menguatkan bahwa kawasan karst watuputih harus dilestarikan , kemudian ratusan mata air yang tersimpan di bawah tanah seperti air abadi diantaranya, mata air Sumber Semen, mata air Brubulan, mata air Brubulan – Pasucen, mata air Sumber Kajar dan mata air Sumberan. Juga ada mata air musiman yaitu mata air Pancuran dan mata air Sendang Ipik yang masih mempunyai debit yang bagus,Kebutuhan lahan pabrik yang luas dapat menyebabkan berkurangnya lahan pertanian yang ada di Rembang, Dampak lain yang ditimbulkan yaitu banyaknya petani yang kehilangan mata pencahariannya , banyaknya polusi udara sehingga menyebabkan suhu di daerah rembang akan bertambah panas , matinya banyak sumber air tanah pada lahan yang akan didirikan pabrik semen,bahkan dapat memengaruhi ketahanan pangan daerah maupun nasional. Kegelisahan warga semakin memuncak melihat aktivitas yang berkaitan dengan pembangunan pabrik semen masih saja dilanjutkan (PT. Semen Indonesia Tbk). Ditambah antrian panjang investor pabrik semen yang akan mendirikan pabriknya dan menambang di Rembang. Janji DPRD Rembang akan membentuk Pansus guna menyelesaikan permasalahan pabrik semen sampai kini sama sekali TIDAK ADA REALISASINYA.Apa daya pembangunan pabrik semen sudah dilakukan tahun 2014 dan ditargetkan selesai pada tahun 2016 dan siap beroperasi tahun 2017. #REMBANGDARURATBENCANA #SAVEREMBANG

Rabu, 28 Oktober 2015

BAHASA DAERAH KHAS REMBANG (DIALEG KHAS REMBANG)

Edit Posted by with 2 comments
 Indonesia mempunyai ratusan bahasa daerah bahkan mungkin ribuan dan masih terbagi atas dialeg-dialeg yang khas karena faktor geografi.Di Rembang sendiri karena memang berada di wilayah propinsi Jawa Tengah yang menggunakan bahasa jawa dalam kegiatan sehari hari mempunyai karakter logat yang khas dibanding bahasa jawa lain. Karena memang berada didaerah pesisir maka jangan heran kalau anda berkunjung ke Rembang mungkin anda akan kaget mendengar orang Rembang berbicara,ya suara keras nan lantang adalah logat khas daerah ini nada berbicarannyapun naik turun dan cenderung lebih cepat temponya.Tentu ini akan membuat anda sulit memahami ketika orang Rembang berbicara pada anda.
            Kalau kita amati bahasa logat pesisiran Rembang agak sama dan memang mempunyai banyak persamaan dengan logat maupun kata dalam bahasa Jawa timur-an karena kabupaten Rembang berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Timur.Dialeg yang khas dari Rembang yaitu penggunaan ahiran “leh” pada setiap perkataan untuk menyatakan rasa heran,kagum maupun jengkel terhadap suatu hal.Misalnya: “Piye leh iki jarene gampang kok malah angel”.Logat lain yang khas yaitu penggunaaan ahiaran em atau nem yang menunjukkan arti milik.Misalnya:”Maturnuwun yo,iki bukunem tak balekno”.Contoh lain “Iki lho omahem kok gede banget”.
            Perbedaan em dan nem yaitu ahiran em digunakan untuk kata yang tidak huruf vocal,sedangkan apabila ahirannya huruf vokal menggunakan ahirannem.Walaupun demikian orang Rembang masih menggunakan bahasa jawa kromo untuk menghormati orang yang lebih tua.
            Logat ini sebenarnya bukan hanya digunakan di Rembang saja kabupaten Pati,Blora,sebagian besar Kudus,serta perbatasan Blora dengan Grobogan masih menggunakan logat yang hamper sama dengan logat Rembang,dan diyakini logat em dan nem berasal dari Rembang dan menyebar ke daerah lain disekitarnya dan sampai sekarangpun masih lestari digunakan dalam bahasa sehari-hari yang membuat Rembang makin dikenal oleh daerah lain.
B.Tempat Wisata
1. Embung Lodan
 Terletak di wilayah kecamatan Sedan, dan berada di desa Lodan embung ini mempunyai luas sekitar 30 hektar, letaknya diantara bukit indah yang ditumbuhi pepohonan jati dan berada diareal milik Perhutani Sedan. Menurut warga setempat embung lodan sudah ada sejak zaman Belanda yang dulu hingga sekarang berfungsi sebagai pengairan untuk daerah kecamatan Sedan,Sale dan sekitarnya.
            Pada tahun 1970-an embung ini pernah jebol dan menimbulkan banyak kerusakan maupun korban jiwa dan merupakan salah satu peristiwa jebolnya waduk/embung terbesar dalam sejarah Indonesia.Perhatian pemkot Rembang sangat besar terhadap kelestarian alam maka pada tahun 2006 embung ini direhab total menjadi lebih cantik dan modern selesai pada tahun 2008 dengan menelan biaya ratusan milyar rupiah sebagian besar biayanya berasal dari bantuan pemerintah Jepang selebihnya bantuan dari pemerintah Indonesia, Pemda serta Pemkot Rembang.
            Sebenarnya Rembang mempunyai beberapa waduk namun yang paling besar yaitu embung lodan dan embung panohan. Jika anda ke kota Rembang tidak ada salahnya untuk mampir sejenak arahnya sekitar 30 km kearah timur kota Rembang pemandangan yang masih asri dan anda cukup membayar Rp.1000,- untuk sepeda motor dan Rp.2000,- untuk kendaraan roda empat. Uang ini dikelola oleh karang taruna desa setempat untuk perawatan desa dan fasilitas embung.
2. Taman Rekreasi Pantai Kartini (Dampo Awang Beach)
            Adalah tempat wisata paling populer di Kabupaten Rembang, terletak di sebelah kiri gedung bupati Rembang dan berada persis dijantung kota Rembang. Ditempat wisata ini terdapat kolam renang, kebun binatang mini, sarana untuk out bound, serta wisata pantai nan eksotis.
            Tempat wisata ini berubah total setelah pemkab Rembang memberikan hak swasta untuk mengelolanya. Tempatnya yang bagus nan asri dengan pepohonan yang rindang membuat tempat ini selalu ramai pengunjung terutama pada hari minggu dan hari-hari libur nasional, bahkan pengunjunganya banyak pula dari luar kabupaten Rembang.
3. Makam Pahlawan Nasional R.A Kartini
            Terletak kira-kira 25 km kearah selatan kota Rembang, terletak di desa Mantingan kecamatan Bulu, didirikan diatas tanah yang berada di perbukitan dekat dengan hutan jati mantingan. Selain makam ibu Kartini disini juga terdapat makam anggota kluarga lain seperti suami, anak serta kerabat lain. Sejumlah orang penting pernah berkunjung ke tempat ini seperti Bung Karno, Mantan presiden Soeharto, Ibu Tien Soeharto,Megawati, dan masih banyak lagi pejabat tinggi Negara yang pernah berkunjung ke tempat ini.Jika anda menginginkan cindera mata anda bisa membelinya dari pedagang yang ada di sekitar makam.Tempat ini ramai pada peringatan hari Kartini tanggal 21 April. Area pemakaman ini diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1973.
4. Pasujudan Sunan Bonang
            Adalah tempat sunan Bonang mendirikan sebuah pondok sebagai tempat untuk berdakwah dan melakukan syiar agama Islam di Rembang dan sekitarnya. Ditempat ini juga terdapat sebuah batu besar dengan datar permukaan atasnya dan terdapat bekas telapak tangan serta kaki dan diyakini sebagai bekas ketika Sunan Bonang melakukan sholat diatas batu ini. Selain itu terdapat pula makam putri Campa yang konon ia adalah putri cantik keturunan cina yang jatuh cinta kepada Sunan Bonang dan bersedia masuk Islam berserta kedua pengawal setianya.
Setiap harinya tempat ini selalu ramai dengan peziarah dari seluruh jawa bahkan luar pulau. Pasujudan ini terletak diatas bukit kecil dekat pantai bonang di desa Bonang kecamatan Lasem. Kira-kira 4 km kearah timur kota lasem atau sekitar 15 km kearah timur kota Rembang.
5. Pantai Sluke dan Binangun Indah
            Kebanyakan aset wisata Rembang bertumpu pada sector kelautan karena memang terletak di pesisir utara jawa yang lebih tepatnta lagi terletak di pinggir Laut Jawa. Dan Rembang mempunyai motto “Wujudkan Rembang Kota Bahari”. Pantai Sluke sangat elok dengan karang di pinggirnya terketak persis dipinggir jalan pantura tepatnya di kecamatan sluke 17 km kearah timur kota Rembang. Dari pantai Sluke dan binangun indah anda bias menyaksikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU Sluke) yang merupakan distributor listrik Jawa-Bali, dalam waktu dekat pula akan didirikan Pelabuhan Nasional disini.
6.Wisata Alam Sumber Semen
            Terletak di kecamatan Sale kira kira 40 km kea rah selatan kota Rembang,disini anda bisa menyaksikan alam yang masih asli dengan hutan jati yang masih lebat serta terdapat pula satwa-satwa liar seperti kijang, merak, bahkan kera. selain itu anda juga bisa juga masuk kedalam gua yang berada di tengah hutan warga sekitar menyebutnya dengan Gua Rambut.

7.Wana Wisata Mantingan
            Terletak di desa Mantingan kecamatan Bulu dekat dengan perbatasan Blora menawarkan wisata alam dan kolam renang selain itu di dalam area wisata ini terdapat pula binatang hutan seperti kancil,kijang,kera dan merak.Cukup membayar Rp.5000,- anda bisa menikmati udara sejuk dalam hutan jati yang masih asri. Terletak kira-kira 27 km ke arah selatan kota Rembang.

C.Makanan Khas
1. Kaoya
            Makanan khas ini berasal dari kecamatan Gunem, Makanan ini boleh dibilang sangat unik yaitu terbuat dari kacang tunggak atau kacang hijau di goreng sangan (digoreng dengan menggunakan pasir cepu hingga agak gosong) kemudian ditumbuk atau di selep halus dan dicampur menggunakan gula pasir yang telah dihaluskan pula.
            Setelah itu dicetak dengan menggunakan daun lontar yang telah di bentuk seperti bunga yang mempunyai enam lubang dan dijejalkan di lubang tersebut hingga memadat. Rasanya sangat manis serta agak gurih. Namun sayang makanan ini sudah sangat jarang ditemui dan tergolong makanan yang hampir punah. Makanan ini hanya ada pada acara-acara tertentu seperti saat acara sedekah bumi,pernikahan,serta acara sunatan. Jika anda memakannya mungkin akan membuat anda “sereden” dan akan banyak minum air karena jika dimakam akan serasa menyangkut dan menempel di gigi serta tenggorokan anda namun itu merupakan sensasi dari makanan unik ini.
2. Dumbeg
            Makanan ini lebih unik lagi karena dicetak ke dalam wadah yang berbentuk mirip trompet kecil dari daun lontar. Mungkin jika anda yang melihatnya akan menyangka ini bukan makanan tetapi terompet kecil.
            Sebenarnya dumbeg hampir mirip dengan jenang, hanya saja dumbeg terbuat dari tepung beras atau ketan yang dimasak bersama gula pasir atau gula jawa serta santan selama 4 jam, dan di aduk-aduk hingga mengental,setelah mengental kemudian di tuangkan kedalam wadah lontar yang telah dibentuk seperti terompet kecil dan siap disajikan beserta wadah dari lontar tersebut.
            Makanan ini berasal dari Desa Polandhak kecamatan Pancur. Dumbeg jarang pula di jumpai pada hari-hari biasa sama seperti kaoya dumbeg hanya ada pada acara sedekah laut, sedekah bumi serta pada acara pernikahan atau sunatan.
3. Lontong Tuyuhan
Lontong opor ayam telah ada bersama masyarakat Indonesia sejak lama. Tiap daerah menciptakan variasi rasa dan seleranya masing-masing, tak terkecuali lontong tuyuhan, masakan khas Desa Tuyuhan.
Sajian lontong dari desa Tuyuhan kira-kira 13 km kearah timur kota Rembang Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, ini mirip dengan lontong opor ayam. Bedanya, kuah santan lebih kental dan pedas, menonjolkan perpaduan rasa kemiri dan cabe rawit.
Masakan itu dijumpai hampir di seluruh daerah Rembang. Namun, yang cita rasa dan suasananya khas hanya di Pusat Penjualan Lontong Tuyuhan di Desa Tuyuhan. Disebut lontong tuyuhan karena masakan itu berasal dari Desa Tuyuhan. Konon, resep lontong ini diwariskan turun-temurun para leluhur Desa Tuyuhan.
Penjual lontong tuyuhan yang di kompleks wisata kuliner Pusat Penjualan Lontong Tuyuhan adalah Munzeri (51). Dia mengatakan, resep lontong tuyuhan diturunkan kepada kaum perempuan Desa Tuyuhan. Tak heran jika kaum pria hanya tahu cara memasak, tetapi tidak dapat memasaknya. Seolah-olah mereka ditakdirkan untuk menjual saja.
Kekhasan lontong tuyuhan dimulai dari bentuk lontongnya, yaitu berbungkus daun pisang dengan bentuk kerucut segitiga.Adapun cara memasak opor ayam hampir sama dengan memasak opor ayam umumnya. Bumbu-bumbu yang dibutuhkan pun mirip, antara lain bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, ketumbar, kencur, pala, dan kunyit.Agar mendapatkan kekhasan pada rasa, bumbu itu masih ditambah cabai merah yang ditumis sampai layu dan jahe. Dan rasa pedas ini memang terasa menonjok, berpadu dengan rasa gurih santan kental.
Sebagai peningkat aroma, ditambahkan pula salam dan serai. Masukkan santan encer, garam secukupnya, dan ayam hingga matang. Berikutnya, tuangkan santan kental dan masak sampai mendidih.”Untuk menambah gurihnya opor ayam, bisa ditambahkan taburan irisan bawang merah goreng,” kata Munzeri.
Angkring
Rata-rata para penjual lontong di Pusat Penjualan Lontong Tuyuhan berdagang sejak pukul 12.00 hingga 20.00, khusus warung Lontong Tuyuhan Munzeri tutup pukul 16.00.Warung milik Munzeri, seperti layaknya rata-rata warung lontong tuyuhan lain, bangkunya berupa dingklik atau kursi panjang terbuat dari kayu dan mejanya pun dari kayu yang bertaplak plastik berornamen bunga.
Tempat meracik lontong berbentuk angkringan pikul dari bambu dan rotan. Hal ini menambah kesan khas lontong tuyuhan.Sebelum menetap di sana, Munzeri memikul angkringan itu keliling kota Lasem. ”Kalau malam, saya meletakkan lampu teplok. Tak lupa saya membawa kendi air minum untuk pembeli di tepi-tepi jalan. Karena sudah menetap, lampu dan kendi itu tidak saya gunakan lagi,” kata Munzeri yang berjualan lontong tuyuhan sejak 31 tahun lalu.
Sejak 1977 hingga 1990, ia meneruskan tradisi Mbah Latmin menjual lontong keliling kota Lasem. Waktu itu, harga seporsi lontong Rp 50, sekarang Rp 7.000.Seiring dengan bertambahnya pelanggan dan prakarsa Pemerintah Kabupaten Rembang memusatkan penjualan.
4. Sirup Kawis/Kawista
Sirup buah Kawista Dewa Burung bikinan Ny M E Heriyati (76) merupakan produkhome industrylegendaris dari Rembang. Selama hampir 50 tahun, sirup kawista ini menjadi klangenantersendiri bagi warga Rembang maupun pelancong yang sedang singgah di kota itu. Hambar rasanya jika telah mengunjungi Rembang, tapi belum membawa buah tangan sirup kawista itu.
Menilik jauh ke belakang, sekitar tahun 1952 Ny M E Heriyati yang mewarisi usaha perusahaan Limun Djago dari ayahnya Njo Tiam Kiem merasakan segarnya buah kawis yang banyak terdapat di sekitar tempat tinggalnya di Jalan Diponegoro Rembang. Tiba-tiba terpikir olehnya untuk meracik buah yang berasa sepet, manis, segar dan berbau agak menyengat itu untuk dijadikan bahan dasar pembuatan sirup yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Pemikirannya saat itu, buah tersebut bisa terus segar meski disimpan berhari-hari.
Setelah beberapa kali berusaha, akhirnya dia berhasil menemukan cara membuat buah kawis menjadi esens bahan dasar pembuatan limun. Hanya saja, setelah dicampur dengan air tawar yang diperoleh di sekitar rumahnya, rasanya tidak seperti yang diharapkan. Baru setelah mencoba air dari Sendang Hajar di Desa Bulu, dia mendapatkan rasa seperti yang diinginkan. Selain permasalahan air, dia juga menggunakan bahan gula murni impor dan tidak memakai bahan kimia pabrik untuk menjaga rasa buah kawis saat diolah menjadi sirup.
Limun Kawis
Ny Tsuan Hwa, salah satu kemenakan Ny M E Heriyati yang kini turut mengelola perusahan limun dan sirup Kawista Dua Burung menceritakan hingga saat ini bahan-bahan racikan tersebut tetap dipertahankan. '' Meskipun kini telah banyak beredar pemanis buatan yang harganya lebih murah, namun kami tetap memakai gula pasir murni impor. Jika diganti dengan pemanis buatan, rasanya akan menjadi lain dan tidak enak saat diminum,'' katanya.
Dia menambahkan selain dibuat sirup, Ny M E Heriyati juga membuat limun dalam botol dengan rasa kawis. Limu n tersebut jika diminum rasanya tak kalah dari beberapa minuman soda bermerek luar negeri. '' Bahkan beberapa orang lebih senang minum limun kawis dibandingkan minuman soda bermerek luar negeri karena rasanya lebih enak,'' terangnya.
Meskipun perusahan Ny Herawati telah berusia 50 tahun lebih dan nama sirup Kawista Dewa Burung sudah terkenal luas, tidak membuat perusahan itu melebarkan usahanya ke daerah lain. Hingga saat ini, sirup khas ini hanya bisa didapatkan di Toko Djago Jalan Diponegoro Rembang dan Jalan Kayumas Jakarta. Untuk harga sirup dipatok harga Rp 13.000/botol. Sementara untuk satu limun berukuran botol soda kecil dipatok harga Rp 5000/botol. Tsuan Hwa mengaku tidak akan menjual sirup dan limun buah Kawista cap Dewa Burung di toko-toko lain.
4.Sayur Mrica (Kelo Mrico Ndas Manyung)
            Sayur ini sangat pedas cocok untuk anda yang sedang flu atau saat cuaca sangat dingin,maklum orang Rembang terbiasa dengan cuaca yang panas jadi kalau dingin banyak yang membuat alternative lain selain memakai jaket yaitu dengan membuat sayur mrico ndas manyung,sayur ini terbuat dari mrica di campur potongan cabai rawit,bawang merah,bawang putih,kunyit dan daun salam.Direbus bersama dengan kepala ikan manyung yaitu sejenis ikan laut yang menyerupai lele namun ukurannya lebih bersar selama kurang lebih 1 jam hingga mendidih agar daging ikannya lebih empuk.Rasanya yang sangat pedas dan super gurih akan membuat anda ketagihan jika memakan masakan ini.selain ikan manyung ikan lain yang bisa di masak yaitu ikan “anyaran” ikan yang baru di ambil dari laut yang masih segar.Dan masakan ini hanya ada di rembang utamannya sepanjang pesisir Rembang.
D. Tanaman Khas Rembang
Pohon Kawis/Kawista
Kawis alias kawista (Limonia acidissima), nama buah unik yang mungkin jarang diketahui oleh orang. Buah yang khas dengan aroma yang menusuk hidung dan warna daging buah yang coklat kehitaman. Bahkan apabila kita mendapatkan kawis yang benar-benar telah matang, warna daging buahnya akan hitam kelam.
Menurut Wikipedia, kawis termasuk pohon yang tahan banting. Buah Kawis mampu hidup di daerah dengan curah hujan rendah alias lahan kering, selain itu mampu bertahan pada tanah dengan salinitas yang tinggi. kawis juga dapat dimanfaatkan sebagai batang bawah dalam okulasi tanaman jeruk. Okulasi ini menghasilkan Kajer alias kawis jeruk.
Kawista (Limonia acidissima syn. Feronia limonia) adalah kerabat dekat maja dan masih termasuk dalam suku jeruk-jerukan (Rutaceae). Tumbuhan yang dimanfaatkan buahnya ini sudah jarang dijumpai meskipun sekarang beberapa daerah mulai mengembangkannya. Kawista relatif tahan kondisi buruk (kering atau tanah salin) dan tahan penyakit. Asalnya adalah dari India selatan hingga ke Asia Tenggara dan Jawa.
Kawista dapat digunakan sebagai batang bawah bagi jeruk, namun mempengaruhi rasa buah jeruk yang dihasilkan. Buah jeruk semacam ini dikenal sebagai “kajer” (dari “kawista” dan “jeruk”) dan bisa ditemui di Galis, Madura. Di Kabupaten Rembang dikembangkan sirup kawista. Orang Jawa menyebutnya kawis.
Menurut Sentra Informasi Iptek, Setiap 100 g bagian daging buah yang dapat dimakan mengandung: 74 g air, 8 g protein, 1,5 g lemak, 7,5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Dalam 100 g bagian biji yang dapat dimakan terkandung: 4 g air, 26 g protein, 27 g lemak, 3 5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Daging buah yang kering mengandung 15% asam sitrat dan sejumlah kecil asam-asam kalium, kalsium, dan besi. Kayu kawista berwarna putih kekuningan, keras, agak berat, dan berserat kasar, tetapi urat kayunya rapat dan dapat dipolis sampai berkilap.
Masyarakat Rembang tentu mengenal buah karena banyak terdapat pohon kawis di pekarangan rumah-rumah. Pohonnya tumbuh tinggi menjulang, bahkan kelewat tinggi. Pohon ini kebanyakan tumbuh liar, tetapi ada juga yang membudidayakan kawis. Sehingga sekarang sudah mulai dikenal di berbagai daerah di luar rembang.
Buah ini bisa diklaim sebagai buah asli Rembang, Jawa Tengah. Entah benar atau tidak, namun sangat wajar apabila buah ini bisa menyebar hingga ke daerah sekitarnya di pesisir utara Jawa seperti Pati dan Tuban.
Bagaimana cara memanen kawis? Sabar kuncinya. Kenapa? Buah yang siap konsumsi adalah buah yang telah benar-benar masak. Tanda buah yang telah masak sempurna adalah telah jatuh dari pohonnya. Ingat, syarat “telah jatuh dari pohonnya” adalah dengan cara alami. Jatuh dari ketinggian tidak berarti akan menurunkan kualitas buah ini. Kulit buah yang sangat keras membuat kawis tetap aman mendarat ke permukaan bumi.
Bagaimana cara menikmatinya? Gampang saja!
Ambil buah kawis, pegang erat, sempatkan menghirup aroma khas buah ini dengan mendekatkan pangkal buah ke hidung anda. Hirup dalam-dalam… Ahhh…
Setelah puas dengan aroma terapi kawis, segera cari permukaan lantai yang keras dan bersih. Dengan gerakan lambat namun bertenaga, hantamkan buah kawis ke lantai hingga terbelah menjadi dua bagian. Prakkk…. Hmmmm… Coklat kehitaman bahkan mungkin hitam legam daging buah kawis akan membelalakkan mata. Daging buah bercampur dengan sedikit biji dan serat daging siap untuk kita santap.
Untuk menambah sensasi rasa, biasanya saya menambahkan gula pasir beberapa sendok. Ya, tinggal kita aduk rata daging buah tersebut dengan gula pasir. Gak usah memakai piring! Lebih alami apabila makan langsung dari batok kulit buah kawis ituh.
Bagaimana dengan bijinya? Tekstur biji yang tidak keras, memungkinkan kita untuk mengunyahnya bersama dengan daging buah dan juga serat yang ada. Tidak ada rasa pahit sama sekali.
Habitat dan Penyebaran Kawista. Pohon Kawista tumbuh di daerah tropis dengan kondisi tanah yang kering. Tumbuhan penghasil buah ini merupakan tanaman dataran rendah yang mampu tumbuh hingga pada ketinggian 400 mdpl.
Kawista tumbuh alami di daerah Sri Lanka, India, Myanmar, dan Indocina, kemudian menyebar hingga ke Malaysia dan Indonesia. Pohon Kawista juga sudah diintrodusir ke Amerika. Di Indonesia, Kawista tumbuh alami di daerah pesisir utara pulau Jawa.
Pemanfaatan Kawista. Di Indonesia pohon Kawista belum banyak dibudidayakan dan sekedar tumbuh alami secara liar di pekarangan dan kebun. Padahal dibeberapa negara seperti Sri Lanka, Kawista telah dibudidayakan bahkan buah Kawista yang diolah menjadi menjadi krim kawista menjadi salah satu komoditas eksport.
Buah Kawista dapat dimakan langsung. Atau diolah menjadi berbagai komoditas seperti sirup dan dodol. Selain itu Buah kawista yang matang dipercaya mampu menjadi obat menurunkan panas dan sakit perut, serta dimanfaatkan sebagai tonikum.
Kulit batang pohon Kawista dipercaya juga dapat menjadi campuran jamu untuk mengatasi haid yang berlebihan, gangguan hati, mengatasi mual-mual, bahkan untuk mengobati luka akibat gigitan serangga.
Sayangnya tidak banyak yang mengenal dan membudidayakan pohon Kawista. Pohon dan buah Kawista ini memang kalah populer dengan aneka buah lainnya, tetapi bukankah ini juga termasuk salah satu kekayaan yang menunggu eksplorasi kita. Sri Langka saja mampu mengekspor buah ini kenapa kita tidak?
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Sapindales; Famili: Rutaceae; Genus: Limonia; Spesies:Limonia acidissima; Nama binomial Limonia acidissima





Daftar Pustaka
Kompas,Minggu 25 Mei 2006
Suara Merdeka,Kamis 7 Juli 2005
Wikipedia.com/buah kawis

Kamis, 19 Maret 2015

ISLAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN

Edit Posted by with No comments
MAKALAH 
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 “ISLAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN”

 Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam

 Dosen Pengampu : Bp.Mukhamad Shokheh 
 Oleh:

Nama : NOOR INAYAH HARDIANTI
 NIM : 3201414011
 PRODI : PENDIDIKAN GEOGRAFI



 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
 2015 



 KATA PENGANTAR 
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah Pendidikan Agama Islam tentang Kelurusan, “Islam Menjawab Tantangan Zaman” ini saya susun untuk memenuhi tugas mata kuliah umum Pendidikan Agama Islam. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan memerlukan banyak perbaikan. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyempurnaan makalah ini. Pada kesempatan ini, dengan tulus ikhlas saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak selaku dosen pembimbing dalam pembuatan makalah ini, untuk keberhasilan dalam penyusunan makalah ini. Saya selaku penyusun berharap semoga makalah ini ada guna dan manfaatnya bagi para pembaca. Amin.
 Semarang, 18 Maret 2015




 Penulis


 BAB I
PENDAHULUAN

 A.LATAR BELAKANG

 Dunia modern yang antara lain ditandai oleh semakin hilangnya batas ruang dan waktu telah membuat kehidupan manusia semakin kompleks. Semakin cepatnya perputaran siklus kehidupan, membuat orang merasakan terbatasnya waktu yang hanya tersedia 24 jam sehari. Untuk memperluas kemampuan manusia mengatasi keterbatasan waktu tersebut dibuatlah perangkat teknologi seperti internet. Ini berguna untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah setiap manusia dalam merebut peluang kehidupan didunia ini. Disamping itu, sebagian orang berpendapat bahwa “kembali ke Islam artinya kembali ke zaman doeloe”. Ada juga yang mengatakan, “jika kembali ke Islam kita akan mundur beberapa ratus tahun ke belakang, seolah-olah jika kita menjalankan aturan Islam secara kaffah maka kita harus meninggalkan semua teknologi yang kita miliki”. Perbedaan pendapat dan sikap umat Islam dalam menyikapi modernisasi inilah yang mendorong kami untuk mencoba menyampaikan informasi yang sebenarnya mengenai Islam dan modernisme. Dunia yang berorientasi materialistik telah menghantarkan manusia kedalam kehidupan tanpa kebahagiaan. Semakin kaya harta, semakin miskin mereka dalam kebahagiaan hidup. Tetapi dalam Islam bekerja keras mengumpulkan ilmu dan harta merupakan ibadah, karena ilmu dan harta tersebut harus diamalkan untuk kepentingan umat manusia. Kegiatan mengumpulkan ilmu dan harta pasti tidak akan lepas dari kerja keras dan pemanfaatan waktu, tenaga, dan biaya secara efisien. Kesibukan inilah yang seringkali menggoda manusia untuk melupakan Allah, saudara sesama muslim dan bahkan dirinya sendiri. Padahal jika disadari, semua yang dilakuikan manusia adalah sia-sia tanpa ridho dan kekuasaan Allah. Saat ini banyak orang yang bertindak “semau gue”, mereka menunda-nunda waktu sholat, puasa, zakat, dan lainnya. Mereka menganggap bahwa ibadah-ibadah ini tidak memberikan dampak dalam ekonomi dan materi. Padahal prilaku seseorang itu ditentukan oleh kualitas imannya, jika iman mereka bagus dan mantap maka akan melahirkan prilaku yang bagus. Maka sasaran utama yang dilakukan adalah bagaimana meluruskan kualitas akidah dan ibadah mereka.

 B.RUMUSAN MASALAH 
 1.Apa pengertian dari tantangan zaman ?
 2. Bagaimana cara islam menjawab tantangan zaman ? 
 3.Apakah yang menjadi landasan hukum islam dalam menjawab tantangan zaman ?


 C.TUJUAN 
 1.Untuk mengetahui definisi dari tantangan zaman 
2. Untuk mengetahui cara islam dalam menjawab tantangan zaman 
 3. Untuk mengetahui landasan hukum islam dalam menjawab tantangan zaman 

 BAB II
PEMBAHASAN 
A.Pengertian Tantangan Zaman 

Bila dikaitkan dengan peradaban, maka modern identik dengan barat, karena peradaban modern terbentuk setelah bangsa-bangsa Eropa melampaui masa abad pertengahan yang dikenal dengan istilah “Renaissanse” yang artinya kelahiran kembal. Banyak pemikir terkenal seperti Gabriel Almond, James Coleman, Karl Deutsch, Mc.T. Kahin, kelompok pluralis dan liberalis, beranggapan bahwa modernisasi identik dengan westernisasi, sekularisasi, demokratisasi, dan liberalisasi. Pengertian tersebut menghasilkan sebuah hipotesis bahwa religiousitas (sikap keberagamaan) akan bertentangan dengan modernisasi. Dan mereka mengungkapkan bahwa bangsa-bangsa yang dianggap modern adalah bagian dari tradisi Eropa (termasuk Amerika Serikat. Tantangan zaman, dapat diartikan munculnya fakta, keadaan, atau problem baru seiring dengan perkembangan waktu. Misalnya, dulu tidak ada kloning, bayi tabung, dan transplantasi, namun kini kemajuan di bidang biologi dan kedokteran itu telah hadir di hadapan kita. Itu tantangan zaman. Dulu tidak terbayang ada sarana komunikasi dan informasi yang canggih seperti internet saat ini. Dengan adanya internet, berarti ada tantangan zaman. Penyakit AIDS, penggunaan narkoba, pergaulan bebas yang liar di kalangan muda-mudi, sekarang makin menggila. Ini adalah tantangan zaman. Sebelumnya tidak ada negara Israel. Namun sekarang Israel bercokol dan mengangkangi bumi Palestina yang suci dan diberkahi. Ini tantangan zaman. Kita umat Islam dulu memiliki sistem Khilafah sebagai institusi yang memungkinkan adanya kehidupan Islam, tetapi pada tahun 1924 Khilafah diluluhlantakkan oleh Mustafa Kamal yang murtad. Tiadanya Khilafah, adalah tantangan zaman. Sekarang penguasa negeri-negeri? Islam telah mencampakkan ideologi Islam, menganut dan menerapkan ideologi Kapitalisme, serta menjadi agen-agen yang setia bagi negara-negara penjajah yang kafir. Ini betul-betul tantangan zaman. Demikian seterusnya. Setiap tantangan, pasti butuh jawaban dan penyelesaian. Dalam hal ini, Islam sebagai ideologi sempurna secara potensial menyediakan jawaban-jawaban bagi segala masalah atau persoalan yang timbul di tengah manusia.

 B.Cara Islam Menjawab Tantangan Zaman 

Islam menempuhnya dengan cara beradaptasi, menyesuaikan diri, atau mengubah hukum-hukumnya agar selaras dengan tuntutan keadaan. Dalihnya, Islam itu luwes, fleksibel, tidak kaku, tidak ekstrem, tetapi moderat, lunak, dan selalu bersikap kompromistis dengan realitas. Dalih batil itu kadang juga dilengkapi dengan kaidah ushul fiqih yang fatal kekeliruannya : Laa yunkaru taghayyurul ahkam bi taghayyuriz zaman wal makan. (Tidak boleh diingkari, adanya perubahan hukum karena perubahan waktu dan tempat). Setiap tantangan, pasti butuh jawaban dan penyelesaian. Dalam hal ini, Islam sebagai ideologi sempurna secara potensial menyediakan jawaban-jawaban bagi segala masalah atau persoalan yang timbul di tengah manusia. Taqiyyuddin An Nabhani dalam Asy Syakshiyah Al Islamiyah (juz I/303) menguraikan secara ringkas metode (thariqah) Islam untuk memecahkan masalah, yaitu memahami fakta persoalan sebagaimana adanya, lalu memberikan solusi padanya. Solusi ini bisa berupa Syariat Islam bila persoalannya berkaitan dengan hukum-hukum syariat, dan bisa pula berupa cara (uslub) dan sarana (wasilah) tertentu jika persoalan yang dihadapi tidak secara langsung berhubungan dengan hukum syariat, misalnya teknik dalam pertanian, kedokteran, kesehatan, dan sebagainya. Secara lebih khusus, dalam Nizhamul Islam (hal. 69), Taqiyyuddin An Nabhani menjelaskan metode Islam yang harus ditempuh para mujtahidin untuk memecahkan persoalan. Pertama, mempelajari dan memahami problem yang ada (fahmul musykilah). Kedua, mengkaji nash-nash syariat yang bertalian dengan problem tersebut (dirasatun nushush). Ketiga, mengistinbath hukum syariat dari dalil-dalil syariat untuk menyelesaikan persoalan yang ada (istinbathul hukmi). Metode itulah yang dapat kita gunakan untuk menjawab setiap tantangan zaman. Secara ringkas, Islam menjawab tantangan zaman dengan cara memberikan pemecahan terhadap problem-problem baru yang muncul. Inilah pengertian yang benar mengenai bagaimana Islam menjawab tantangan zaman yang terjadi. Pergulatan modernitas dan tradisi dalam dunia Islam melahirkan upaya-upaya pembaharuan terhadap tradisi yang ada. Harun Nasution menyebut upaya tersebut sebagai gerakan pembaruan Islam, bukan gerakan modernisme Islam. Menurutnya, modernisme memiliki konteksnya sebagai gerakan yang berawal dari dunia Barat bertujuan menggantikan ajarannagama Katolik dengan sains dan filsafat modern. Gerakan ini berpuncak pada proses sekularisasi dunia Barat (Nasution; 1975, 11). Berbeda dengan Nasution, Azyumardi Azra lebih suka memakai istilah modern dari pada pembaruan. Azra beralasan penggunaan istilah pembaruan Islam tidak selalu sesuai dengan kenyataan sejarah. Pembaruan dalam dunia Islam modern tidak selalu mengarah pada reaffirmasi Islam dalam kehidupan muslim. Sebaliknya, yang sering terjadi adalah westernisasi dan sekularisasi seperti pada kasus Turki (Azra; 1996, xi) Apa yang disampaikan Azra adalah kenyataan modernisme dalam makna subyektifnya, sedangkan Nasution mencoba melihat modern dengan makna obyektif. Memang harus diakui, ekspansi gagasan modern oleh bangsa Barat tidak hanya membawa sains dan teknologi, tetapi juga tata nilai dan pola hidup mereka yang sering kali berbeda dengan tradisi yang dianut masyarakat obyek ekspansi. Baik dalam makna obyektif atau subyektifnya, modernitas yang diimpor dari bangsa Barat membuat perubahan dalam masyarakat muslim, di segala bidang. Pada titik ini umat Islam dipaksa memikirkan kembali tradisi yang pegangnya berkaitan dengan perubahan yang sedang terjadi. Respons ini kemudian melahirkan gerakan-gerakan pembaruan. Tetapi, pembaruan Islam bukan sekedar reaksi muslim atas perubahan tersebut. Degradasi kehidupan keagamaan masyarakat muslim juga menjadi faktor penting terjadinya gerakan pembaruan. Banyak tokoh-tokoh umat yang menyerukan revitalisasi kehidupan keagamaan dan membersihkan praktek-praktek keagamaan dari tradisi-tradisi yang dianggap tidak islami. Mencermati fenomena peradaban modern yang dikemukakan di atas, kita harus bersikap arif dalam merespons fenomena-fenomena tersebut. Dalam arti, jangan melihat peradaban modern dari sisi unsur negatifnya saja, tetapi perlu juga merespons unsur-unsur positifnya yang banyak memberikan manfaat dan mempengaruhi kehidupan manusia. Maka, yang perlu diatur adalah produk peradaban modern jangan sampai memperbudak manusia atau manusia menghambakan produk tersebut, tetapi manusia harus menjadi tuan, mengatur, dan memanfaatkan produk perabadaban modern tersebut secara maksimal. Untuk menyikapi tentang tantangan di zaman modern ini dapat dilakukan pula dengan cara : Memasukkan ke Pesantren, Madrasah, dan lembaga-lembaga pendidikan Islam yang lain masih menganut sistem lama, kurikulum ditetapkan merupakan paket yang harus diselesaikan, kurikulum dibuat tanpa atau sedikit sekali memperhatikan konteks atau relevansi dengan kondisi sosial masyarakat bahkan sedikit sekali memperhatikan dan mengantisipasi perubahan zaman, sistem pembelajaran berorientasi atau berpusat pada guru. Reformulasi pendidikan Islam merupakan hal sangat penting.
 M. Amin Abdullah yang mengajukan beberapa alternatif formulasi pendidikan Islam yang dapat diterapkan, di antaranya : 
1. Memperkenalkan kepada para siswa persoalan-persoalan modernitas yang dihadapi umat Islam saat ini dan mengajarkan pendekatan keilmuan sosial keagamaan yang saat ini berkembang 
2. Pembelajaran ilmu-ilmu keislaman tidak selalu bersifat doktrinal, melainkan disampaikan melalui pendekatan sejarah dari doktrin-doktrin tersebut sehingga memunculkan tela’ah kritis yang apresiatif konstruktif terhadap khazanah intelektual klasik sekaligus melatih merumuskan ulang pokok-pokok rumusan realisasi doktrin agama yang sesuai dengan tantangan dan tuntutan zaman
 3. Pembelajaran yang bertumpu pada teks (nash) perlu diimbangi dengan analisa yang mendalam dan cerdas terhadap konteks dan realitasnya.
 4. Pengajaran tasawuf atau pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual sangat diperlukan dan pelaksanaan pendidikan Islam tidak terlalu menekankan pada aspek kognitif siswa (intelektual) 
5. Pendidikan agama Islam tidak hanya diarahkan kepada pembentukan “kesalehan individual” tetapi juga mengembangkan pembentukan “kesalehan sosial” Dalam pada itu, menjawab tantangan zaman hendaknya disikapi secara positif. Manakala kita berhasil menjawab tantangan zaman, maka kita akan memperoleh banyak manfaat. Tidak hanya untuk pribadi kita, namun juga kehidupan masyarakat. Tentunya, dalam menyikapi tantangan zaman kita harus berpedoman nilai – nilai ajaran agama yang ada dalam Al Qur’an dan Al hadist agar kita tidak akan tersesat dalam derasnya arus kehidupan.

 C.Landasan hukum islam dalam menjawab tantangan zaman 

Sebagai agama yang sempurna (QS. Al Maidah 3) Islam mampu menjawab tantangan zaman. Tidak ada masalah yang muncul dari masa ke masa melainkan para mujtahid akan menjawab status hukumnya menurut syariah. Dan Al Quran sendiri dinyatakan oleh Allah SWT sebagai obat, untuk mengatasi segala persoalan. Allah SWT berfirman: “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS.Al Isra82). Oleh karena itu, tugas para ulama dan penguasa Negara-negara muslim hari ini adalah menumbuhkan para ulama yang mumpuni dalam ilmu-ilmu syariah dan mampu berijtihad, sehingga dapat menjawab segala tantangan zaman hari ini, dan tumbuh suatu gerakan kebangkitan umat, sehingga umat merasa tinggi dengan ilmu-ilmu Allah, dan tidak minder dengan kaum kafir, sehingga umat mencapai kejayaannnya kembali. Allah SWT berfirman: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran 139). “Hukum Islam menjawab tantangan zaman”. Ada beberapa hal terkait dan menarik. Yang pertama adalah bahwa manusia menginginkan suatu kehidupan yang aman, tertib, nyaman, penuh keserasian / kerukunan, dan suatu hidup yang penuh ketertiban dan seterusnya.Dari kehidupan tersebut telah memungkinkan manusia dapat beraktivitas dalam seluruh kehidupan¬nya, dalam bidang ekonomi budaya dan lain sebagainya manusia membutuhkan situasi yang seperti itu. Karena itulah harus ada aturan, dan aturan itu sifatnya harus kokoh, harus kuat dan harus berasal dari yang menciptakan manusia, yaitu Allah SWT, yang dielaborasi, diuraikan, dijelaskan oleh Rasululoh SAW dan kemudian dijabarkan lebih lanjut oleh berbagai peraturan pemerintahan. Di sinilah Al-Qur’an surat Annisa ayat 59 يَآأَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي اْلأَمْرِ مِنْكُمْ artinya : “Wahai orang –orang yang beriman taatlah kamu sekalian kepada Allah (yakni kepada Al Qur’anulkarim), dan taatlah kamu sekalian kepada Rasul (kepada sunnahnya atau kepada hadistnya termasuk kepada sunah nabawiyahnya) dan kepada orang yang menguasai perkara…” (Imam Al Maruki). 

 BAB III
PENUTUP
 A.KESIMPULAN

 Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tantangan zaman, dapat diartikan munculnya fakta, keadaan, atau problem baru seiring dengan perkembangan waktu. Islam menempuhnya dengan cara beradaptasi, menyesuaikan diri, atau mengubah hukum-hukumnya agar selaras dengan tuntutan keadaan. Islam menempuhnya dengan cara beradaptasi, menyesuaikan diri, atau mengubah hukum-hukumnya agar selaras dengan tuntutan keadaan. Dalihnya, Islam itu luwes, fleksibel, tidak kaku, tidak ekstrem, tetapi moderat, lunak, dan selalu bersikap kompromistis dengan realitas. Dalih batil itu kadang juga dilengkapi dengan kaidah ushul fiqih yang fatal kekeliruannya : Laa yunkaru taghayyurul ahkam bi taghayyuriz zaman wal makan. (Tidak boleh diingkari, adanya perubahan hukum karena perubahan waktu dan tempat). Setiap tantangan, pasti butuh jawaban dan penyelesaian. Dalam hal ini, Islam sebagai ideologi sempurna secara potensial menyediakan jawaban-jawaban bagi segala masalah atau persoalan yang timbul di tengah manusia. Sebagai agama yang sempurna (QS. Al Maidah 3) Islam mampu menjawab tantangan zaman. Tidak ada masalah yang muncul dari masa ke masa melainkan para mujtahid akan menjawab status hukumnya menurut syariah. Dan Al Quran sendiri dinyatakan oleh Allah SWT sebagai obat, untuk mengatasi segala persoalan.

 B.SARAN

 Memang dalam makalah ini masih banyak terdapat kesalahan. Dibutuhkan kritik yang mendukung untuk pembuatan makalah yang selanjutnya.Semoga dengan adanya makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Harapannya, kita dapat mengendalikan dinamika kehidupan dengan selalu menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, kita jangan sampai dikendalikan oleh zaman, tetapi kita yang selalu mengendalikan zaman sehingga kita tidak akan mudah goyah tatkala terkena arus pergerakan gelombang kehidupan.Amin Ya Rabbal Alamin.

 DAFTAR PUSTAKA
http://alfaniable.blogspot.com/2009/03/pendidikan-islam-menghadapi-tantangan.html http://www.gaulislam.com/ideologi-islam-menghadapi-tantangan-zaman 
http://www.suara-islam.com/read/index/4729/-Islam-Menjawab-Tantangan-Zaman- http://wurtj.blogspot.com/2012/12/aqidah-islam-dan-tantangan-zaman.html

Sabtu, 14 Maret 2015

CERPEN MENUNGGU " CINTA TAK SE INSTANT MIE INSTANT"

Edit Posted by with No comments

Memang di dunia ini tuh kaga ada yang instant. Pasti yang ada difikaran loe “tuh mie instant ada”. Gini bro sist, mie instant aja butuh proses dalam pemasakannya. Betul kan ? begitu pula cinta gaes. Cinta juga kaga ada yang instant. Semua orang pasti punya masa lalu.
Quote dari gw nih : “LUPAKANLAH  siapa yang tlah menyakitimu di hari kemarin,PERTAHANKANLAH yang memang bener-bener sayang sama loe di hari ini”(Meskipun bukan asli gue yang rangkai,tapi siapapun yang merangkai kata – kata itu gw beri aplouse deh ,kata-katanya AMAJING saking AMAZING nya pake J deh :P ) haha.Gw meskipun banyak tugas yang kaya udah mau skripsi itu kaga menyurutkan hobi gw nulis. Waktu luang gw manfaatin nih buat coretan yang kaga seberapa bagus ini,ceritanya sih nulis kaya gini buat hilangin penat aja gitu.haha kbanyakan basa basi nih gw.  So let’s read this cerpen yeah :D #kritik dan saran yang membangun di tunggu gan sist 

MIE AJA GA INSTANT, APALAGI CINTA ?
Suatu pagi ini,hiruk pikuk kampus yang sepi sunyi . “Hmmmmm…..akhirnya bisa menghirup udara kemenangan di kota semarang di kampus megah ini setelah mengalami proses seleksi alam yang begitu sulit untuk bisa masuk ke kampus yang terkenal ini” gumamku dalam hati.
Layaknya seorang MABA (Mahasiswa Baru) kaga mahasiswa bangkotan,pasti mengalami suatu proses penyesuaian dengan lingkungan baru. Adaptasi kalau istilah dari biologi. Yeah, OSPEK lebih dikenalnya kalau di kampus gw yang baru ini sih namanya PPA gan sist. Lupa dah kepanjangannya apaan :D .
Sirine yang layaknya mobil ambulance pun di bunyikan oleh para kakak tingkat yang menjadi panitia,pertanda nih upacara pembukaan penerimaan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial pun akan segera di mulai. Semua mahasiswa barupun kumpul dan berbaris.
Sambutan oleh beberapa kakak tingkat itu pun menghantarkan semua mahasiswa baru untuk melangkah pada pembukaan PPA yang ditandai dengan bacaan basmallah dan ketukan 3x pada microphone itu. Sorak riuh semua peserta PPA itu pun terdengar begitu jelas sekali,maklum maba jadi semangat gini waktu awal masuk kuliah :D .” Gw bingung,itu pake item – item ngapain berdiri di belakang kaya gt? Mirip kaya malaikat pencabut nyawa. Atau mau ngelayat sih mbak mas ?” gw ngedumel dalam hati. Ternyata mereka itu disebut DISMAN (DISIPLIN DAN KEAMANAN) tugas nya ya gt deh, cari cari kesalahan maba. Nyeremin juga sih kesan pertama baru masuk kuliah udah disuguhin kaya gt.an. “Silahkan bagi kak ganda membacakan tata tertib yang harus di patuhi para maba selama acara PPA ini berlangsung” kata ketua panitia. Dengan muka penuh amarah dan kaga senyum majulah kakak disman itu. Dengan nada tinggi kaya orang marah “Peraturan slama PPA ini yaitu jika ada yang melakukan1 kesalahan maka akan mendapatkan poin 5 untuk hukuman begitu berlipat jika kalian membuat banyak kesalahan” kata kak disman. Gw bergumam lagi dalam hati “ gila, poin mah di bank di tukerkan dapat hadiah lah ini semakin banyak poin mah semakin banyak hukuman yang di dapatkan” tapi gw akui ini memang cara yang pantas buat anak kuliahan supaya pada tidak menyepelekan juga sih.
Sesudah disman tersebut membacakan semua peraturan yang harus di patuhi semua maba. Maka kegiatan PPA pun di mulai. (Asal loe tau aja,disini kaga di PTN lain yang biasanya ada kekerasan bahakan ada juga yang berujung pada kematian.) OSPEK disini dapat gw simpulin acaranya tuh cuman duduk dan dengerin penjelasan dari dosen dosen. Macam kaya sosialisasi lah. Booring banget. Manalagi acara juga nyampe sore. Harus pake rok sama baju putih sepatu pantovel gini. Tapi kece juga sih, kaya sales . hahaha.
Setelah pemateri selesai memberikan semua materinya saat nya pulang nih, tapi masih ada pengumuman lagi. Suruh bawa barang barang dengan teka teki . begitu pun PPA berlangsung sampai beberapa hari dan akhirnya pun selesai (Kalau gw certain pasti kebanyakan gan sist :D )
Eitttsssss…………… tapi jangan seneng dulu naya ternyata masih ada OKPT dan PPA jurusan (PLG) . OKPT itu sendiri orientasi kepramukaan perguruan tinggi. Gile lah waktu gw OKPT bahan bahan yang di bawa juga banyak , gak kalah ribet kaya PPA. Tapi OKPT sih rada nyantai kaga ada disman disman.nan lagi (horeeee bebassss) hahaha.
Setelah acara OKPT tersebut usai,ternyata masih ada agenda lagi yaitu PLG (Pengenalan Lingkungan Geografi) .”Eddahhh,,, mau kuliah harus nglewatin banyak acara kaya gini”kata gw dalam hati. Tp acara ini paling gregett banget sung. Disman muncul lagii, dan lebih parah dari disman PPA yang sbelumnya. 
Sapa sih yang tau kita bakal jatuh cinta sama siapa ? anak mana ? fakultas mana ? prodi apa ? (yaelah detail amat ;D ) .Sebelum gw masuk di kampus ini , gw punya kenalan anak ngapak sana :D kenal lewat grup mahasiswa baru. Awalnya sih gara” gw posting tentang dapat uang kuliah yang mahal. Dan ternyata dia inbox di  fb aku.Namanya eru . anak fakultas teknik. Prodi teknik mesin. “Mbak , dapat UKT brapa ?” ~ “Aku lumayan si dapat golongan 5,lha kamu ?” ~aku dapat golongan 6,mau banding” (jangan kepo yah ;D kalo gw tulis smua pesannya kaga muat ini :D)
Dan tiap hari kita sering sms.an bukan membahas lagi tentang uang kuliah itu, tetapi terlebih tentang keseharian. “Eru ternyata cowok yang cuek” ucap ku sambil masih membalas sms darinya. “Apa aku bs buat dia ga cuek ga dingin kaya gini ?” Biarlah semua berjalan seiring waktu berlalu.
          Sehubungan dengan judul cerpen gw tadi MIE AJA GA INSTANT, APALAGI CINTA ? Memang benar “Witing Tresno Jalaran Saka Kulino” ya itulah metamorfosa cinta. Awal dari sebuah “ketidaksengajaan” hingga menjadi sebuah “kenyamanan”. Sulit di ”tafsirkan” hanya bisa di “rasakan”.Proses perkenalan hingga pendekatan tak seinstant seperti membuat mie instant. Perkenalan yang lama pula tidak menjamin tumbuhnya rasa sayang diantara keduannya. Memang menunggu itu menjemukan. Tapi ketika kita merasa nyaman terhadap seseorang yang entah dia merasakan hal serupa dengan kita atau tidak. Disaat itu pula aku tak menghiraukan kata orang,kata pepatah. Aku hanya mendengarkan isyarat terdalam dari kata hatiku. Aku harus menunggu ,,, menunggu dan menunggu. Aku memang baru pertama sangat mengharapkan seseorang  membalas dan menyambut cintaku meskipun itu hal yang sangat mustahil bagiku. Tapi sebelum janur kuning benar benar melengkung aku takkan lelah untuk menunggumu. Meskipun kau masih dengan masa lalumu ataupun dengan orang yang baru kau kenal. Aku takkan menyerah . aku takkan berhenti menunggu,berharap dan berhayal sampai hayalan,penantian dan harapan ku menjadi nyata.sampai wisudakah ? atau memang dia menganggapku sebagai sahabat ? ntahlah aku pun tak mengetahuinya dengan pasti.  Memang banyak yang dekat , tapi hati ini, perasaan ini takkan bisa berbohong jikalau memang di hati ini hanyalah namamu seorang, kamulah yang bisa membuatku menangis karna rindu,cemburu, tapi disisi lain kaulah moodbooster ku yang sllalu bisa membuatku tertawa sersenyum sendiri ketika membaca sms atau WA darimu. Meski kau kini acuh,aku tak peduli. Yang aku tahu akku sayang kamu. Sebenarnya kamu itu ngeerti ngga jika aku ini sayang kamu ? atau kamu berpura pura tuli buta dan mati rasa ? jika kau hanya menganggapku sahabat, tak apa. Jodoh sudah diatur sama Tuhan. Tapi di setiap doaku takkan luput dari ingin lebih di dekatkan denganmu. Masih semester 2. Ya semaksimal mungkin buat kuliah dan aku mengerti itu . aku akan tetap nunggu sampai kau tak mau lagi mengenalku bahkan sampai kau tak ingin mendengar nama ku.